KOMISI Undang Pakar Marketing dari Marymount University, Bahas Pengaruh Personal Values Terhadap Kinerja Sales
JAKARTA – Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) menggelar sesi pengembangan kompetensi bertajuk “Value-Driven Sales Leadership: Strategi Meningkatkan Sales Performance dengan Memahami Personal Value Diri dan Tim” di Hotel Kampi, Sunter, Jakarta Utara (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Halimin Herjanto, Ph.D., Associate Professor of Marketing dari Marymount University, bersama Dedy Budiman, M.Pd., Founder KOMISI sekaligus praktisi dan trainer sales nasional.
Acara juga dihadiri Ketua KOMISI Indra Hadiwidjaja, Bendahara KOMISI Yani Sastra, serta Sekar Tyas Nareswari yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC), sekaligus Pengurus Pusat KOMISI Koordinator Divisi Vokasi.
Dalam pemaparannya, Halimin Herjanto menjelaskan, performa seorang salesperson tidak hanya dipengaruhi kemampuan menjual atau target penjualan, tetapi juga nilai hidup yang membentuk cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam pekerjaan.
Menurut Halimin, perilaku manusia dibentuk oleh tiga komponen utama. Yaitu, cognitive (cara berpikir), affective (emosi atau perasaan), dan conative (niat serta tindakan nyata).
“Banyak organisasi terlalu fokus pada hasil akhir dan tindakan, padahal sebelum seseorang bertindak, ada pola pikir dan emosi yang bekerja di dalam dirinya,” ujar Halimin Herjanto.
Materi juga membahas teori Schwartz Personal Values yang mencakup empat dimensi utama. Yakni, Self-Enhancement, Conservation, Openness to Change, dan Self-Transcendence. Ke empat dimensi tersebut dinilai memengaruhi motivasi kerja, gaya komunikasi, respons terhadap tekanan, hingga hubungan interpersonal di lingkungan kerja.
Founder KOMISI Dedy Budiman mengatakan, pendekatan leadership berbasis value menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
“Leader perlu memahami apa yang sebenarnya menggerakkan timnya. Karena manusia tidak hanya bekerja demi target, tetapi juga demi makna, penghargaan, rasa aman, dan masa depan,” kata Dedy Budiman.
Selain membahas perilaku manusia dan nilai personal, sesi ini juga mengangkat konsep Hierarchical Value Map, yaitu hubungan antara atribut pekerjaan, konsekuensi yang ingin dicapai seseorang, dan nilai hidup terdalam yang menjadi penggeraknya.
Dalam diskusi tersebut dijelaskan, banyak salesperson sebenarnya tidak hanya mengejar insentif atau angka penjualan, tetapi juga membangun kesejahteraan keluarga, harga diri, pengembangan diri, dan masa depan hidup mereka.
Kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti lebih dari 30 peserta dari berbagai perusahaan dan komunitas profesional.
Ketua KOMISI Indra Hadiwidjaja menegaska pentingnya membangun leadership yang tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga memahami manusia di balik performa kerja.
“Sales leadership hari ini tidak cukup hanya bicara target dan closing. Leader perlu memahami value, motivasi, dan sisi manusia dari setiap anggota tim agar organisasi bisa bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Indra Hadiwidjaja.
Sekar Tyas Nareswari selaku Koordinator Divisi Vokasi KOMISI menyampaikan, kegiatan tersebut penting dalam memperluas perspektif para profesional sales mengenai hubungan antara human behavior, leadership, dan performa kerja.
“Kami berharap diskusi seperti ini bisa membantu para leader dan salesperson memahami bahwa performa tim tidak hanya dibangun oleh sistem dan target, tetapi juga oleh pemahaman terhadap manusia di dalam organisasi,” pungkas Sekar. (Heroe)





