Rombongan bhikkhu peserta "Indonesia Walk for Peace" memasuki halaman kantor Gubernur DIY.

Rombongan 58 Bhikkhu Empat Negara Bawa Pesan Perdamaian dan Toleransi di Yogyakarta

Seputar Jogjakarta

 

YOGYAKARTA – Rombongan bhikkhu peserta “Indonesia Walk for Peace 2026” akhirnya tiba di Kota Yogyakarta, Minggu (25/5/2026). Mereka datang dalam rangkaian perjalanan spiritual menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta Pandu Dinata mengatakan, kehadiran para bhikkhu disambut hangat umat Buddha, masyarakat, dan pemerintah daerah di sepanjang perjalanan,

Baca juga :  Siapkan Hadiah Rp 5 Juta, Hadirkan Lomba Rebahan di Jogja City Mall

“Hari ini, hari pertama rombongan ‘Indonesia Walk for Peace’ sampai di Kota Yogyakarta. Tadi diterima di sekitar Royal Ambarrukmo, kemudian berjalan menuju kantor Gubernur, dan nanti masyarakat juga akan menyambut di sekitar Malioboro,” lanjut Pandu, di sela-sela kegiatan di Omah Gemati Yogyakarta.

Menurut Pandu, perjalanan lintas daerah yang dilakukan para bhikkhu tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi menyambut Waisak, tetapi juga membawa pesan universal tentang perdamaian, welas asih, dan toleransi antar umat beragama. Pandu juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah DIY serta masyarakat Yogyakarta yang membantu kelancaran kegiatan, mulai dari penyediaan ambulans, relawan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jogja dan pemerintah daerah yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini dari berbagai sisi,” katanya.

Pandu menjelaskan, rombongan awal terdiri dari 58 bhikkhu dari empat negara. Yakni, dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Namun, empat bhikkhu yang lain, saat ini masih menjalani perawatan akibat cedera, sehingga tersisa 54 bhikkhu yang melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur sebagai lokasi puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2026 mendatang.

“Selain perjalanan spiritual, sejumlah kegiatan keagamaan juga dilaksanakan di Yogyakarta. Salah satunya pindapata di kawasan Malioboro. Panitia juga menghimbau bagi masyarakat yang ingin berdana agar memberikan makanan kering, yang tidak cepat basi dan tetap menjaga etika, dan dapat menyerahkan dana melalui panitia atau pendamping,” jelasnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf bila rangkaian kegiatan sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Yogyakarta. Panitia sudah berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat yang melintas tidak terganggu. Semua diatur supaya tetap tertib, aman, nyaman, dan menjaga keharmonisan antar umat beragama.

Sementara itu, salah satu bhikkhu asal Malaysia Bhikkhu Beng An, menyampaikan terkesan dengan sambutan masyarakat Indonesia sejak perjalanan dimulai dari Bali hingga tiba di Yogyakarta.

“Di Indonesia masyarakatnya sangat baik dan penuh perdamaian. Di setiap kota kami disambut dengan sangat meriah,” katanya.

Bhikkhu Beng An menilai, perjalanan panjang dengan berjalan kaki, menjadi latihan spiritual yang mengajarkan kesabaran, kebersamaan, dan ketahanan hidup bagi para bhikkhu menjelang Hari Raya Waisak. (Heroe)

Hari Raya Waisak 2569 BE Indonesia Walk for Peace 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Kemenag Malioboro perjalanan spiritual Rombongan bhikkhu Royal Ambarrukmo umat Buddha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts