Gelaran Baktiku Negeriku 2025 menjadi langkah konkret Telkomsel dalam menjadikan desa lebih mandiri dan berdaya saing melalui digitalisasi, dengan menghadirkan serangkaian aktivitas dan program.
Trend

Telkomsel Lakukan Digitalisasi dan Pemberdayaan Desa, Realisasikan Program Baktiku Negeriku 2025

YOGYAKARTA – Telkomsel kembali menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulannya. Yakni, Baktiku Negeriku 2025. Tahun 2025 ini, program baktiku negeriku menyapa Desa Pampang, Paliyan, Gunung Kidul, DIY. Lewat program tersebut, Telkomsel ingin terus mendorong kemajuan desa lewat digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045. Memang, Baktiku

Dari kiri, Ketua Gapoktan Tani Makmur Bambang Setiyadi, Camat Selogiri Sigit Purwanto, CEO INDICO Andi Kristianto, Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno VP Consumer Sales Telkomsel Area Jawa Bali Riny Novitriyanti, dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri Baroto Eko Pujanto mengangkat padi sebagai tanda keberhasilan panen padi menggunakan digitalisasi pertanian yang dilakukan INDICO.
Trend

Pilot Project Solusi On-Farm DFE Hasilkan 200 Ton Gabah Padi  

Digitalisasi Pertanian INDICO Tingkatkan Kualitas Hasil Pertanian dan Kesejahteraan Petani di Wonogiri WONOGIRI – INDICO merupakan anak perusahaan Telkomsel yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital. Kali ini, perusahaan ini menuai hasil perdana pada penerapan solusi digital contract farming di sektor teknologi pertanian (agritech). Melalui platform Digital Food Ecosystem (DFE), INDICO dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur di Kecamatan

BEM Fakultas Peternakan (FAPET) UGM memberikan pendampingan para peternak di Sleman, DI Yogyakarta.
Kampus

BEM FAPET UGM Dampingi Peternak di Sleman, Yogyakarta

YOGYAKARTA – Badan Eksekutir Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (FAPET UGM) memberikan pendampingan bagi peternak di Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendampingan tersebut dilakukan selama lima bulan, dari Juli hingga November 2021, dengan memberi pelatihan dalam memperkuat usaha ternak kelompok peternak. Melalui program Optimalisasi Potensi Peternakan sebagai Sarana Peningkatan