Bank Mandiri melihat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif akan terus menjadi penopang pertumbuhan ke depan.
Ekonomi

Laba Bersih Konsolidasi Bank Mandiri Tercatat Tumbuh 16,6 Persen, Nilai Sinergi Kebijakan Topang Prospek Pertumbuhan

JAKARTA – Di tengah dinamika geopolitik global yang masih bergejolak, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026, menguat dari 5,4 persen di kuartal IV 2025, ditopang konsumsi 5,52 persen year on year (YoY) dan akselerasi belanja pemerintah sebesar 21,8 persen seiring percepatan implementasi program prioritas

Asuransi merupakan proteksi diri
Ekonomi

Solusi Proteksi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global dengan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung mereda kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Konflik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada lonjakan harga energi, tetapi juga memicu volatilitas pasar keuangan dan tekanan terhadap nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah. Dalam situasi seperti ini, masyarakat dituntut untuk semakin cermat dalam

Asuransi Dwiguna banyak bermanfaat bagi masyarakat.
Ekonomi

Pengamat Investasi: Aset Ini Harus Dimiliki Masyarakat Untuk Proteksi Saat Rupiah Fluktuatif

JAKARTA – Industri asuransi jiwa Indonesia diproyeksikan tetap memiliki prospek positif pada 2026. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan premi industri mencapai Rp 133,22 triliun hingga kuartal III-2025. Pendapatan premi tersebut meski turun tipis 1,1 persen secara tahunan, namun, jumlah orang yang tertanggung mencapai lebih dari 151 juta jiwa, tumbuh sekitar 12,8 persen

Berbagai merek dan jenis ponsel pintar yang beredar di pasaran.
Trend

International Data Corporation (IDC) Prediksi Penjualan Smartphone di Indonesia Melambat

JAKARTA – Lembaga pemeringkat dan riset pasar International Data Corporation (IDC) memprediksi penjualan smartphone di Indonesia melambat pada tahun 2022 atau sama seperti periode sebelumnya, tahun 2021. Adapun pemicunya adalah faktor ekonomi makro. Seperti inflasi naik, pergerakan nilai tukar mata uang rupiah yang melemah, peningkatan suku bunga, dan kenaikan harga BBM yang mengikis daya beli konsumen. Associate