Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (dua dari kiri) saat pembukaan Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025.
Seputar Jogjakarta

Pelestarian Pusaka Harus Bertumpu pada Nilai Inklusif dan Responsif

YOGYAKARTA – Kunci dalam pelestarian pusaka Indonesia adalah menjadikan nilai-nilai dasar sebagai jangkar. Namun cara menjaganya perlu terus berkembang lebih inklusif, responsif, dan berakar pada kesadaran kolektif masing-masing wilayah. Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat membuka Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Hotel Tentrem,

Jumpa pers Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) digelar di Balai Kota Yogyakarta.
Seputar Jogjakarta

Kota Yogyakarta Siap menjadi Tuan Rumah Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2025

YOGYAKARTA – Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) adalah sebuah organisasi jejaring antarkota yang memiliki visi besar dalam pelestarian pusaka, budaya, dan sejarah bangsa. Didirikan pada 2008, JKPI hadir sebagai wadah kerja sama kota-kota di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dan nilai historis, serta berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan yang berbasis warisan budaya. Kini, JKPI tumbuh menjadi