PC NU Kota Yogyakarta menggelar Kirab 1.000 Santri.

Peringati HSN, PC NU Kota Yogyakarta Gelar Kirab 1.000 Santri

Seputar Jogjakarta

 

YOGYAKARTA – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 membuat banyak acara dibatalkan.

Kali ini, peringatan HSN yang dilakukan dengan menggelar Kirab 1.000 Santri, yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Yogyakarta. Acara ditutup dengan pentas seni di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Baca juga :  Edukasi Pengelolaan Sambah, Disperindag Sleman Ajak Paguyuban Pedagang dan Petugas Kebersihan ke Borobudur

Kirab 1.000 Santri sendiri di ikuti 28 kontingen. Mereka berasal dari Pondok Pesantren, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), Madrasah Diniyah, Badan Otonom (BANOM) naungan PCNU Kota Yogyakarta, sekolah-sekolah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, serta sekolah-sekolah di bawah naungan PCNU Kota Yogyakarta.

Kirab Santri diberangkatkan oleh Rais Syuriah PCNU Kota Yogyakarta KH Sholehudin Mansyur SAg MAg dan Kepala Kemenag Kota Yogyakarta dari halaman Kantor DPRD DIY dan finish di Monumen Serangan Umum 1 Maret atau Nol KM.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta Yazid Afandi mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional merupakan upaya memberikan kesadaran kepada Bangsa Indonesia pada umumnya dan kepada santri khususnya, bahwa santri memiliki peran sejarah yang luar biasa di negeri ini.

“Santri memiliki kontribusi besar bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Mulai dari negeri ini masih menjadi embrio hingga menjadi negara berdaulat saat ini.

Zaman Indonesia masih dalam cengkraman penjajah, gerakan sporadis melawan penjajah di berbagai tempat oleh para santri telah terjadi,” papar Yazid.

Ditambahkan Yazid, saat Indonesia mencari bentuk dasar negara bagi Negara Indonesia yang plural ini, santri memberikan kontribusi pemikirannya yang cemerlang. Saat revolusi, Gerakan besar-besaran mengusir Belanda yang menggandeng NICA muncul di Surabaya atas semangat para santri dalam mencintai dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saat Indonesia bergejolak karena berbagai pemberontakan yang menginginkan penggantian dasar negara, seperti Gerakan 30 S/PKI, santri berada di garda terdepan untuk memastikan negara selamat dari segala bentuk rongrongan,” imbuhnya.

Semua itu menjadi bukti sejarah yang konkrit dari gerakan santri bagi negeri ini.

“Kami berharap dengan peringatan Hari Santri Nasional ini, semoga semangat santri-santri perjuangan era revolusi terdahulu menjadi ruh santri khususnya dan masyarakat umumnya untuk tetap mencintai negeri ini. Bentuk kecintaan bisa direalisasikan dengan mengisinya dengan hal-hal yang positif dalam pembangunan bangsa. Santri harus tampil ke depan berjuang menjaga dan merawat keutuhan NKRI dan mengisinya dengan karya nyata bagi negeri sampai kapanpun,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Banser Jogja sekaligus Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 Solihul Hadi SH MKn mengatakan, Kirab 1.000 Santri bagian dari curahan rindu yang menggunung dan merupakan sikap heroik para santri di Kota Yogyakarta yang selama ini bertugas mengawal, menjaga, dan merawat keutuhan NKRI,

“Kemajuan teknologi dan informasi yang masif membuat banyak generasi muda mengalami degradasi moral, sehingga mudah terpengaruh faham-faham radikalisme dan sekulerisme. Karena itu, penguatan ideologi kebangsaan melalui Kirab Santri harus dilakukan karena acara kirab ini bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme dan mampu menciptakan rasa cinta dan damai Ki kota Yogyakarta yang majemuk ini. Kegiatan ini juga sebagai bentuk melestarikan budaya, karena eksistensi sebuah wilayah atau negara terletak pada tingginya nilai tradisi,” jelas Solihul.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kemenag Kota Yogyakarta H Nadhif SAg MSI yang baru dilantik. Nadhif mengatakan, Hari Santri Nasional tersebut sebagai upaya menyiapkan generasi yang cerdas dan unggul dalam merawat kemerdekaan.

“Saya berharap Kirab 1.000 Santri di Kota Yogyakarta menjadi motivasi bagi santri dan kita semua untuk menjadi generasi yang cerdas, santun, dan tangguh dalam mengisi kemerdekaan,” kata Nadhif.(redaksi)

Badan Otonom BANOM Hari Santri Nasional HSN 2022 Kantor Kementerian Agama Kemenag Kota Yogyakarta Kirab 1.000 Santri Kota Yogyakarta Madrasah Diniyah Nahdlatul Ulama NU pengurus cabang peringatan pondok pesantren Taman Pendidikan Al-Qur’an TPA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts