Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal dan Peluncuran ETF Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

PT Mandiri Manajemen Investasi Menargetkan Dana Kelolaan ETF Emas Rp1 Triliun

Ekonomi

JAKARTA – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana ETF (Exchanget Traded Fund) Emas Syariah. Nilainya sebesar Rp1 triliun dan membidik jangka panjang.

Perseroan optimistis bakal mencapai target tersebut, lantaran investor meminati emas sebagai instrumen investasi yang relevan untuk horison jangka panjang.

Baca juga :  AXA Mandiri Resmikan Customer Care Centre Baru di Medan Sumut Untuk Tingkatkan Kualitas Layanan

Bersamaan dengan itu, Mandiri Investasi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES) yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). XMES merupakan salah satu dari lima ETF emas yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami menargetkan AUM XMES mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibangun secara sehat dan berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan XMES bukan hanya diukur dari besarnya dana kelolaan,tetapi juga ketika semakin banyak investor memiliki akses dan pemahaman yang lebih baik mengenai peran emas dalam portofolio mereka,” kata Direktur Investasi Mandiri Investasi Ernawan R. Salimsyah di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia mengatakan, target tersebut seiring dengan meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan berkembangnya ekosistem pasar emas di Indonesia.

Mandiri Investasi mengamati kombinasi antara pertumbuhan permintaan dan keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.

“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” papar Ernawan pada perdagangan Selasa ini (11/8/2026).

XMES diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme seperti perdagangan saham, sehingga investor bisa melakukan transaksi melalui bursa tanpa perlu mengelola penyimpanan fisik emas secara langsung. XMES juga diterbitkan dan dikelola berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, dana kelolaan global ETF berbasis emas l menembus US$559 miliar, dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton. Ia meneruskan, instrumen derivatif berbasis emas ini penting dalam ekosistem investasi global.

“Yang dilakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk, kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global,” tegas Juda di sela acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (10/8/2026).

Guna mendukungnya, lanjut Juda, pemerintah melalui lembaga regulator mandiri seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta bank penyedia emas, sudah memulai pengembangan kegiatan usaha bank emas (bullion) pada tahun 2023.

“ETF emas harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional. Dalam kegiatan usaha bullion, emas tidak hanya berhenti sebagai aset yang disimpan. Melalui ekosistem keuangan yang baik, emas dapat terhubung dengan instrumen investasi dan pasar lebih luas,” lanjut Juda.

Adapun, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menjelaskan, ekosistem ETF emas terdiri dari penyediaan emas fisik dan asli sebagai aset dasar (underlying). Kemudian, pencatatan transaksi dan kepemilikan elektronik ETF emas melalui Electronic Gold Receipt (EGR). Ini juga disertai dengan perdagangan unit penyertaan ETF emas di BEI.

“Peluncuran ETF emas hari ini bertepatan dengan tahun menjelang usia emas Pasar Modal Indonesia, merupakan simbol harapan untuk dapat berkontribusi menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkas Samsul. (Heroe)

Asset under Management AUM AUM XMES BEI Bursa Efek Indonesia dana kelolaan Emas Syariah ETF Exchanget Traded Fund jangka Panjang Mandiri Investasi portofolio PT Mandiri Manajemen Investasi reksa dana Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas XMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts