Yuliantoro, seorang penulis lepas.
Opini

Takdir yang Diubah oleh Air Mata Ibu

Oleh: Yuliantoro* Di sebuah kota tua di Maghrib, hiduplah seorang wali yang dikenal masyarakat, karena ibadahnya yang panjang dan keshalihannya yang bening. Beliau adalah Syekh Abdul Aziz ad-Dabbagh. Nama beliau sering dibicarakan para murid, bukan karena karamah atau kedalaman ilmunya semata, tetapi karena ketenangan hatinya. Beribadah tanpa menuntut balasan apa pun selain ridha Allah. Suatu

Yuliantoro, dikenal sebagai penulis lepas, santri, yang merupakan alumni Sosiologi UGM Yogyakarta.
Opini

Antara Ta’dzim, Perbudakan, Feodalisme, dan Bahaya Taklid Buta

Oleh: Yuliantoro*   Di banyak pesantren, kita kerap melihat pemandangan santri yang mencium tangan kiainya, berjalan menunduk. Bahkan, kadang jongkok ngesot ketika melintas di hadapan guru. Bagi sebagian orang luar, sikap itu dianggap kuno, bahkan menyerupai feodalisme. Mereka menilai bahwa hubungan antara santri dan kiai seperti antara tuan dan abdi, seolah-olah kiai menjadi pusat kekuasaan