Pelestarian Pusaka Harus Bertumpu pada Nilai Inklusif dan Responsif
YOGYAKARTA – Kunci dalam pelestarian pusaka Indonesia adalah menjadikan nilai-nilai dasar sebagai jangkar. Namun cara menjaganya perlu terus berkembang lebih inklusif, responsif, dan berakar pada kesadaran kolektif masing-masing wilayah. Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat membuka Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Hotel Tentrem,





