Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A
Seputar Jogjakarta

Gus Hilmy Kritisi  KUHP Baru yang Pidanakan Nikah Siri

Muncul Problematik dan Usulkan untuk Dirumuskan Kembali YOGYAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menyambut pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru sebagai langkah penting reformasi hukum nasional. Namun, ia menilai sejumlah ketentuan di dalamnya perlu ditinjau ulang. Khususnya terkait pemidanaan nikah siri. Pendekatan pidana dalam persoalan tersebut, menurutnya

KOSETA Yogyakarta menggelar aksi gotong royong bertajuk Pray for Sumatra: Gotong Royong Seniman dan Budayawan Yogyakarta Peduli Sumatra.
Seputar Jogjakarta

Pray For Sumatra, Seniman–Budayawan Yogyakarta Galang Dana di Cangkir Bumi

YOGYAKARTA – Di saat duka masih menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir dan longsor pada 25–27 November 2025, nurani kemanusiaan bergerak dari Yogyakarta. Berlandaskan moralitas Pancasila, KOSETA (Koperasi Produsen Seniman Budayawan Adiluhung Yogyakarta) menggelar aksi gotong royong bertajuk Pray for Sumatra: Gotong Royong Seniman dan Budayawan Yogyakarta Peduli Sumatra. Kegiatan amal ini

Jaringan PLN harus tetap dijaga untuk melayani masyarakat luas.
Nasional

Pemerintah Terangi 76.900 Desa Kelurahan dengan Listrik PLN Sepanjang Tahun 2023

JAKARTA – Pemerintah bersama PT PLN (Persero) berupaya menghadirkan listrik di semua wilayah di Indonesia sampai ke pelosok. Semua dilakukan sebagai wujud negara hadir buat rakyatnya. Selama 2023, pemerintah melalui PLN sukses mengaliri listrik kepada 76.900 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. ini merupakan komitmen mewujudkan listrik berkeadilan, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan

Garuda Pancasila
Nasional

Warga Jawa Barat: Hoaks dan Intoleransi Berpotensi Mengancam Pancasila

JAKARTA – Mayoritas masyarakat Jawa Barat (Jabar) menilai ancaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dipicu maraknya berita bohong atau hoaks. Persentase ancaman paham khilafah terhadap nilai-nilai Pancasila justru sangat rendah, yakni hanya 2,05 persen. Hal itu terungkap dalam survei yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat bersama Motion Cipta