Webinar dengan topik “Refleksi Dua Tahun Pandemi Dalam Perspektif Ketahanan Pangan dan Kebugaran Jasmani."
Kampus

UWM Yogyakarta dan UTP Surakarta Kobalobarasi Webinar Ketahanan Pangan

YOGYAKARTA – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta menyelenggarakan webinar dengan topik “Refleksi Dua Tahun Pandemi Dalam Perspektif Ketahanan Pangan dan Kebugaran Jasmani.” Acara tersebut dilaksanakan secara daring dari dua kampus tersebut, Selasa (29/03/2022). Pembukaan acara dilakukan Rektor UTP Prof. Tresna Priyana Soemardi, M.S. Sementara penutupan acara dilaksanakan Rektor UWM

Ahli Teknologi Pangan dan Gizi Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, MP.
Kampus

Bahaya!! Ahli Teknologi Pangan UWM Larang Produsen Tempe Campur dengan Bahan Baku Kertas  

YOGYAKARTA – Saat harga kedelai melambung tinggi, produsen tempe bisa mencampur bahan baku lauk nabati dari bahan baku kedelai seperti jagung atau bahan sejenis lainnya. Pencampuran bahan pangan ini masih bisa ditolerir, meskipun produk tempenya berkualitas rendah. Persoalan serius muncul ketika oknum produsen tempe mencampurkan bahan baku kedelei dengan kertas HVS dan kardus bekas. Kasus

Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec..
Kampus

Tunda Pemilu 2024, Bakal Picu Kontraksi Politik dan Konflik Besar

YOGYAKARTA – Gagasan menunda pemilihan umum (Pemilu) 2024 tidak memiliki dasar konstitusi dan efeknya lebih besar dari segi ekonomi politik. Kerugian yang paling mendasar mengamini gagasan tersebut adalah memicu krisis politik atau kontraksi sosial, ekonomi, politik, alias konflik besar. Ujungnya, hasil penundaan tidak bisa mencerminkan jaminan kelangsungan ekonomi lebih baik. Sebaliknya, justru dampaknya yang negatif

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr.Edy Suandi Hamid, M.Ec.
Kampus

Penundaan Pemilu 2024 Runtuhkan Demokrasi dan Ekonomi

YOGYAKARTA – Gagasan penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 sebagai ekspresi dari kelompok kepentingan dalam kekuasaan yang ingin memuaskan syahwat politik dan terus menikmati candu kekuasaan. Tidak ada alasan yang signifikan mengesahkan gagasan penundaan sebagai keputusan politik. Apabila dipaksakan, justru menghancurkan demokrasi dan ekonomi nasional. “Gagasan penundaan pemilu itu hanya akal-akalan dan itu mencerminkan ada defisit