Majlis Lingsir Wengi merupakan forum warga yang berdiri di 2 April 2024.

Kajian Lingsir Wengi, Perkuat Guyub dan Literasi Warga Perumahan di Kota Malang

Nasional

MALANG – Warga Permata Brantas Indah, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang mengadakan Kajian Lingsir Wengi yang ke-100 dengan mengangkat Tema: Ibadah, Pengorbanan, dan Kerakyatan. Tema ini diangkat karena berbarengan momen Iedul Adha yang jatuh Hari Jumat, 6 Juni 2025 lalu.

Bertempat di Mushola Muhajirin, kegiatan ini berlangsung Minggu 8 Juni 2025. Hadir dalam acara ini yaitu Ustadz Ahas (pembina majelis), Bang Dul (imam mushola), Pak Chakim (pengurus majlis mata gaul), Pak Zaki (pengurus RT) dan Pak Afif, Pak Bin, Mbah Wung serta Ustadz Amri.

Baca juga :  LPS Nyatakan Indeks Menabung Konsumen dan Indeks Kepercayaan Konsumen Bulan Mei 2025 Melemah

Pembicara kajian adalah Rachmad K.Dwi Susilo, Ph.D, warga yang juga dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rachmad memaparkan pentingnya pengorbanan pada setiap ibadah yang dilakukan. Seperti yang sudah dicontohkan, Nabi Ibrahim As, Nabi Ismail As, dan Nabi Muhammad SAW serta sahabat-sahabat nabi. Banyak bentuk pengorbanan yang sejatinya bisa diambil teladan.

Salah satunya, sahabat Shuhaib bin Sinan al Rumi yang meninggalkan semua kekayaannya di Mekkah karena mengikuti Hijrah Rasulullah SAW. Pengorbanan Shuhaib diabadikan dalam Al Quran Al Baqarah Ayat 207.

Pada sisi lain, penyembelihan bintang kurban memiliki dimensi spiritual dan kepedulian sosial. Dimensi spiritual ditunjukkan oleh loyalitas Ibrahim dan Ismail kepada perintah Tuhan. Sedangkan kepedulian sosial menunjuk kegiatan ini yang mendorong persaudaraan universal, kesetaraan, dan keadilan sosial.

Sebuah visi Islam menurut Ashgar Ali Enginer dalam buku Islam dan Teologi Pembebasan (2009).

Perlu diketahui, Majlis Lingsir Wengi merupakan forum warga yang berdiri di 2 April 2024. Para inisiator merupakan warga yang peduli dengan kondisi perumahan di perkotaan yang identik individualis dan miskin guyup. Dengan pertemuan dan jagongan di majlis ini, warga bisa saling kenal, saling membantu dan membicarakan semua permasalahan warga. Majlis Lingsir Wengi diadakan sebulan sekali dengan mengangkat tema-tema seputar tauhid, fikh, dan akhlak yang dikaitkan persoalan enteng-entengan sehari-hari.

Rata-rata warga yang hadir antara 10 sampai 25 warga. Sekalipun demikian, publikasi selalu dibuat untuk mengajak warga hadir.

Ustadz Ahas, pembina Lingsir Wengi mengatakan, sekalipun belum semua warga ikut dalam majlis Lingsir Wengi, forum ini tetap kontinu berjalan. Ia menyatakan kelebihan Majlis Ilmu lebih baik dari pada shalat seribu rakaat. Selain itu, pertemuan warga dalam kajian agama akan memupuk keakraban dan persaudaraan warga. Sebuah kebutuhan bagi warga di perumahan di Kota Malang yang merangkak sebagai Kota Metropolitan. (Heroe)

dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIPOL Iedul Adha imam mushola Kajian Lingsir Wengi Kelurahan Jatimulyo Kota Malang Mushola Muhajirin pembina majelis pengorbanan pengurus majlis mata gaul Sosiologi UMM Universitas Muhammadiyah Malang Warga Permata Brantas Indah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts