Wali Kota Yogyakarta, Dr (HC) dr.Hasto Wardoyo,Spog (K), (tiga dari kanan) memberikan cinderamata kepada salah satu delegasi Rakernas JKPI XI 2025.

Sebanyak 58 Kepala Daerah Hadiri Rakernas JKPI XI 2025 di Kota Yogyakarta

Seputar Jogjakarta

 

YOGYAKARTA – Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XI 2025 resmi dimulai di Kota Yogyakarta. Acara pembukaan berlangsung meriah di Hotel Tentrem, Selasa malam (5/8/2025), dihadiri 58 kepala daerah anggota JKPI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Suasana pembukaan diawali dengan pertukaran cinderamata dari setiap kepala daerah atau perwakilan yang hadir dengan Wali Kota Yogyakarta, Dr (HC) dr.Hasto Wardoyo,Spog (K). Sambil bertukar cinderamata, Hasto didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan SE, MM, menyapa satu per satu delegasi, menyalami, dan berfoto bersama. Momentum tersebut menjadi ajang keakraban sekaligus simbol persahabatan antardaerah anggota JKPI.

Baca juga :  Nasib Sastrawan: Festival Sastra Yogyakarta 2025 Angkat Realitas dan Pergulatan Penulis Hari Ini

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah, diiringi jamuan makan malam dan pertunjukan musik dari grup Sinten Remen sebagai penutup. Kehangatan malam pembukaan seakan menandai dimulainya rangkaian diskusi dan kerja sama yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta, Dr (HC) dr.Hasto Wardoyo,Spog (K), menyampaikan, Rakernas JKPI tahun 2025 ini mengangkat tema Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan.

“Pada Rakernas ini, Kota Yogyakarta akan menyuguhkan seluruh potensi keragaman serta ciri khas warisan budaya yang tersebar di kawasan cagar budaya yang meliputi cagar budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pura Pakualaman, Kotagede, dan juga Kotabaru,” ujarnya.

Hasto menuturkan, sebelum Rakernas dimulai, sejumlah pra-acara telah digelar sejak 30 Juli hingga 4 Agustus. Antara lain Festival Sastra Yogyakarta (FSY) dan Pasar Malam Indonesia yang dibuka Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, di Embung Giwangan. Ia menegaskan JKPI memiliki peran penting dalam menggugah kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya.

“JKPI ini menggugah masyarakat kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk selalu peduli terhadap warisan pusaka budaya yang kita miliki, karena setiap kota punya cerita, dan setiap cerita adalah warisan yang harus kita jaga,” katanya.

Rakernas kali ini, lanjut Hasto, memiliki sejumlah tujuan strategis. M ulai dari mengembangkan kerja sama antaranggota untuk melestarikan pusaka, mendorong peran aktif masyarakat, menginventarisasi kekayaan warisan budaya, hingga memperkuat pemahaman akan keragaman alam dan budaya demi memperkokoh NKRI. Ia juga menyebut, Rakernas menjadi ajang promosi bagi pusaka daerah masing-masing.

Wakil Gubernur DIY KGPAA PAKU ALAM X yang hadir mewakili Pemerintah Daerah DIY menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.

“Atas nama Pemerintah Daerah DIY, saya menyampaikan selamat datang di Bumi Mataram. Yogyakarta dengan senang hati menjadi tuan rumah bagi Rakernas JKPI tahun 2025,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya forum ini untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya di seluruh wilayah anggota JKPI.

“Sebuah forum yang sangat penting dalam rangka memperkuat komitmen kita bersama dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah di wilayah masing-masing,” katanya.

PAKU ALAM X juga mengundang para delegasi untuk menikmati keindahan Yogyakarta, mulai dari seni, kuliner, hingga nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang baru ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia ini dianggap mencerminkan falsafah kehidupan masyarakat Jawa yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan lingkungan.

Ia menilai, Rakernas JKPI menjadi momentum strategis untuk mempertemukan puluhan kota dan kabupaten, saling bertukar pikiran, serta memperkuat sinergi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis identitas dan tradisi lokal.

Hari pertama Rakernas JKPI XI 2025 di Yogyakarta ditutup dengan suasana penuh kehangatan. Para kepala daerah terlihat antusias menyambut rangkaian agenda yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, membawa misi besar untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Nusantara. (Heroe)

anggota JKPI Jaringan Kota Pusaka Indonesia JKPI XI 2025 kepala daerah Kota Yogyakarta Rakernas Rapat Kerja Nasional Sinten Remen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts