Trah Mangkudiwiryan Ciptakan Hidup Sehat dan Manfaat melalui Tradisi Syawalan

YOGYAKARTA – Rela menghabiskan uang sampai jutaan rupiah dan alami kelelahan dalam perjalaan, tidak menyurutkan anggota Trah Mangkudiwiryan dari berbagai kota untuk mewujudkan keinginan berkumpul dan berbahagia bersama dalam acara Syawalan.
Pertemuan dengan saudara sedarah setahun sekali ini berlangsung di Gedung Unversity Club Universitas Gadjah Mada (UGM) Jalan Pancasila nomor 2 Bulaksumur Yogyakarta, beberapa waktu lalu (29/3/2026). Bertindak sebagai tuan rumah keluarga Prof. Suryo Purwono.
“Trah Mangkudiwiryan berupaya terus membangun kebersamaan dan mengembangkan hidup sehat dan bermanfaat antara lain melalui kegiatan syawalan. Melalui syawalan, kami bertemu, bercengkrama, saling memafkan sambil menimba ilmu, yang kali ini disampaikan oleh ustadz Dr.dr. Probosuseno, Sp.PD. Di sisi lain sebagai upaya dapat bermanfaat bagi sesama, Trah Mangkudiwiryan juga menginisiasi pemberian dana pendidikan bagi anak yatim secara bulanan dan telah berjalan beberapa tahun ini,”ungkap Hary Sutrasno, salah satu pengurus Trah.
Suasana syawalan nampak penuh keakraban. Ratusan anggota trah yang menggeluti berbagai profesi dan berasal dari kota Mojokerto, Purworejo, Jakaeta, Bekasi, Surakarta, dan Yogyakarta ini tampak saling menyapa, bercengkrama, dan mengenalkan diri bagi yang baru berkesempatan pertama kali hadir.
Nampak hadir, antara lain Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Eny Nurbaningsih, mantan Sekretaris Badan Pembinaan Hukum Nasional Danan Purnomo, dosen FT-UGM Agus Prasetyo, dan dosen FK-KMK UGM Eko Budiono dan Dewan Penasehat Ikatan Notaris Indonesia Pusat, Sumendro.
Dalam presentasinya, Dr.dr. Probosuseno, Sp.PD menyampaikan, jika ibadah puasa adalah sebuah peristiwa yang multi manfaat.
“Konsep Intermittent fastin yang disampaikan ahli Jepang Osimi memberi gambaran jika ibadah puasa menciptakan terjadinya peremajaan sel, mempersubur sel pertumbuhan, meningkatkan stamina dan memelihara tubuh menjadi lebih awet muda karena semua organ dalam diberikan jeda untuk istirahat dan meremajakan diri. Dalam ibadah ini tercipta hati yang tenang karena kesempatan bertaubat, bermusahabah diri dan keyakinan dosa-dosa diampuni dibuka lebar ” papar Probosuseno.
Menurutnya, Syawalan dan tradisi mudik adalah sebuah peristiwa yang multi manfaat karena terkandung nilai fisik, bathin. Bahkan sosial ekonomi.
”Forum ini memiliki arti lebih luas dari sekedar melepas rindu. Hati menjadi bahagia karena terciptanya kebersamaan, silaturahmi, persaudaraan serta tumbuh kembangnya rasa kemanusiaan antar saudara sedarah dan saudara sesama bangsa tanpa memandang latar belakang masing-masing. Kegiatan tolong menolong dalam kebaikan dan tumbuh kembangnya perekonomian lokal juga menjadi bukti manfaat dari kegiatan ini,” imbuhnya.
Dalam kegiatan syawalan yang penuh warna tersebut, tampak sekali wajah-wajah hadirin yang penuh bahagia. Mereka senang bisa berkumpul dan bercengkrama dengan saudara sedarah.
Melengkapi suasana tersebut, tampil menghibur adalah group penyanyi yang membawakan lagu-lagu bernuansa religi dan nostalgia. Hal lain yang juga menimbulkan kebahagiaan anggota adalah rasa kebersamaan dengan sesama. Ini terkait sudah dilaksanakannya kegiatan berbagi bantuan dana pendidikan untuk anak-anak yatim. Kegiatan yang hangat, meriah, dan sangat dinantikan tersebut, ditutup dengan santap makan siang dan foto bersama. (Heroe)





