Yuliantoro, dikenal sebagai penulis lepas, santri, yang merupakan alumni Sosiologi UGM Yogyakarta.
Opini

Antara Ta’dzim, Perbudakan, Feodalisme, dan Bahaya Taklid Buta

Oleh: Yuliantoro*   Di banyak pesantren, kita kerap melihat pemandangan santri yang mencium tangan kiainya, berjalan menunduk. Bahkan, kadang jongkok ngesot ketika melintas di hadapan guru. Bagi sebagian orang luar, sikap itu dianggap kuno, bahkan menyerupai feodalisme. Mereka menilai bahwa hubungan antara santri dan kiai seperti antara tuan dan abdi, seolah-olah kiai menjadi pusat kekuasaan

Yuliantor, penulis lepas, muhibbin, yang juga alumni Sosiologi UGM Yogyakarta.
Nasional Opini

Simtuddurror, Cinta yang Menggerakkan Dunia

Refleksi Haul Solo Habib Ali Al Habsyi Oleh: Yuliantoro*  Even tahunan bulan Rabiul Akhir, Solo menjadi samudra manusia. Jutaan umat Islam—habaib, kiai, ustadz, pejabat, santri, dan rakyat jelata —berduyun-duyun menuju Masjid Ar-Riyadh Gurawan, Pasar Kliwon. Mereka datang bukan karena panggilan organisasi, melainkan karena getaran cinta. Cinta kepada Allah, kepada Rasulullah SAW, dan kepada seorang waliyullah