PT Bank IBK Indonesia Tbk menggelar RUPSLB dan setujui Oh In Taek sebagai direktur utama.
Ekonomi

Gelar RUPSLB dan Investor Relations, PT Bank IBK Indonesia Tbk Kenalkan Direktur Utama Baru

Kinerja PT Bank IBK Indonesia Tbk Semakin Solid dengan Total Aset Tumbuh Pesat dan Perkuat Permodalan JAKARTA – PT Bank IBK Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta. Hasil keputusan RUPSLB, antara lain menyetujui pengunduran diri Cha Jae Young dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan dan memutuskan mengangkat Oh In

Dari kiri: Direktur Kepatuhan Alexander F. Rori, Komisaris Utama Taufik Hakim, Direktur (baru) Edwin Rudianto, Direktur MC Vera Afianti berbincang usai RUPSLB PT Bank IBK Indonesia Tbk.
Ekonomi

PT Bank IBK Indonesia Tbk Akan Lakukan Rights Issue untuk Peningkatan Modal 

JAKARTA – Manajemen PT Bank IBK Indonesia Tbk (IBK Indonesia), emiten bank berkode saham AGRS memaparkan proyeksi hasil kinerja tahun 2022 dengan pencapaian yang menggembirakan. IBK Indonesia sendiri merupakan salah satu perbankan nasional dengan pemegang saham pengendalinya merupakan Industrial Bank of Korea (IBK Korea). IBK Indonesia hadir di Indonesia pada 2019. Sejak 2019 hingga 2022,

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan.
Ekonomi

Jelang Rights Issue Kuartal IV Tahun 2022, Bank Neo Commerce Berkinerja Positif

JAKARTA – PT Bank Neo Commerce (BNC) Tbk membukukan kinerja positif selama dalam tiga bulan terakhir. Bank yang dikenal sebagai salah salah satu bank digital terdepan di Indonesia tersebut, bakal melepas 5 miliar lembar saham baru melalui right issue (RI) atau hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) kuartal IV tahun 2022. Dana hasil right issue tersebut,

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk siap mengeluarkan obligasi subordinasi.
Ekonomi

Selain Right Issue, Bank BJB juga Terbitkan Obligasi Subordinasi Rp 1 Triliun

JAKARTA – Animo besar datang dari investor terkait right issue PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Yuddy Renaldi soal proses Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (HMETD) pada bank milik Pemda Jawa Barat dan Banten tersebut.