Membidik angkutan batu bara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan membeli 54 lokomotif.

Gandeng Progress Rail, PT KAI Beli 54 Lokomotif dari Amerika Serikat buat Angkut Batu Bara

Nasional

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bersama Progress Rail, anak usaha Caterpillar dari Amerika Serikat (AS) menandatangani kontrak kerja sama dalam pengadaan 54 lokomotif.

Penandatangan perjanjian tersebut dilakukan Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa dengan Area Sales Director Asia Pacific and South East Asia Progress Rail Matthew Dunwoodie, di Gedung Jakarta Railways Center, Jakarta Pusat.

Baca juga :  Peringati Hari Gizi Nasional 2024, Royco Perkuat Edukasi 'Isi Piringku' untuk Berbagai Tahapan Usia Melalui Perluasan Kolaborasi Program Royco Nutrimenu

Turut menyaksikan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Mohamad Risal Wasal, Commercial Attaché Kedutaan Besar Amerika Serikat Melissa A Marszalek, dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan salah satu langkah strategis KAI dalam rencana pengembangan angkutan barang di Sumatera Selatan. Pengadaan sarana sejumlah 54 lokomotif baru tersebut, merupakan kelanjutan dari pembelian 91 lokomotif sebelumnya yang sudah PT KAI terima sejak 2011.

“Penandatanganan kontrak ini wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan transportasi kereta api untuk masyarakat melalui layanan KAI. Lokomotif ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dan fitur-fitur yang ramah lingkungan, sehingga mampu mencapai standar yang tinggi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan,” tegas Didiek, Kamis (15/2/2024).

Menurut Didiek, lokomotif yang akan didatangkan tersebut berjenis GT38AC atau yang dikenal di Indonesia sebagai CC 205. Kemampuan menarik kereta atau gerbong yang besar dari jenis lokomotif tersebut memberikan dampak yang signifikan dalam hal efisiensi dan emisi karbon yang dikeluarkan.

Lokomotif jenis ini dirancang khusus untuk lingkungan Asia Tenggara dan terbukti beroperasi secara baik dengan menggunakan bahan bakar biodiesel (B35) yang ramah lingkungan. Pada lokomotif tersebut, terdapat fitur-fitur, di antaranya memiliki mesin 710 delapan silinder, motor traksi AC yang kuat dan tahan lama, serta rancangan kabin dan bodi lokomotif yang mendukung visibilitas masinis.

Rencananya, 54 lokomotif tersebut bakal datang secara bertahap, mulai April 2025 hingga April 2026.

Pengadaan lokomotif ini akan mendukung target 85 juta ton angkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan pada 2026, di mana pada 2023 tercapai sebanyak 51 juta ton. Pembelian lokomotif ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan energi domestik dan memenuhi permintaan energi di dunia internasional yang terus meningkat.

“KAI terus membangun kolaborasi dengan perusahaan di dalam ataupun luar negeri sebagai komitmen perusahaan mengurangi emisi karbon, mitigasi polusi, serta tujuan dalam merawat warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang,” papar Didiek.

Sementara itu, Executive Vice President of Locomotive Progress Rail Jack Zhang mengatakan, pihaknya menyambut baik kesempatan bekerja sama kembali dengan KAI dalam menghadirkan lokomotif seri GT yang menunjukkan kinerja, keandalan, dan efisiensi yang prima.

“Kami berharap bisa melanjutkan dukungan kami terhadap KAI dengan solusi yang kami tawarkan untuk membantu mencapai tujuan operasional dan pengurangan emisi,” tegas Jack Zhang.(Sekarlangit)

anak usaha angkutan barang Caterpillar kontrak kerja sama lokomotif pengadaan Pengembangan Progress Rail PT KAI PT Kereta Api Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts