Salah satu acara yang diadakan Telkomsel untuk mengedukasi generasi muda akan produk by U.

Terus Lakukan Inovasi Produk dan Layanan, Melalui by.U, Telkomsel Garap Serius Segmen Generasi Z

Opini Trend

Generasi Muda Merupakan Motor Penggerak Tren dan Masa Depan Pasar  

Di era digital yang berkembang pesat, inovasi menjadi kunci bagi setiap perusahaan untuk bertahan dan bersaing. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan penting, apakah setiap inovasi produk dan layanan harus berfokus pada generasi muda, khususnya Gen Z?

Nah, ternyata rata-rata menjawab tidak selalu. Namun, mempertimbangkan generasi Z merupakan langkah strategis yang semakin relevan bagi masa depan bisnis.

Baca juga :  Telkomsel Adakan Gathering Bagi Pelanggan Premium

Melihat kondisi pasar global, tidak semua perusahaan memiliki target pasar anak muda. Beberapa sektor seperti industri alat berat, manufaktur, atau layanan bisnis ke bisnis (B2B) memiliki kebutuhan yang berbeda. Inovasi di bidang ini lebih berfokus pada efisiensi, teknologi produksi, atau keamanan kerja. Jadi, bukan pada gaya hidup dan tren digital anak muda. Artinya, fokus inovasi harus disesuaikan dengan karakter pasar dan kebutuhan konsumen utama.

Meski begitu, mengabaikan generasi muda bisa menjadi kesalahan strategis. Generasi Z merupakan kelompok konsumen baru yang tumbuh bersama teknologi, memiliki daya beli yang meningkat, dan berperan besar dalam membentuk tren pasar. Mereka mengutamakan kemudahan, kecepatan, nilai keberlanjutan, serta pengalaman digital yang personal.

Karena itu, banyak perusahaan kini mulai mengembangkan inovasi yang lebih relevan dengan gaya hidup mereka. Contohnya, Telkomsel meluncurkan by.U sebagai produk digital serba online yang menyesuaikan dengan kebutuhan Gen Z yang fleksibel dan mandiri.

Idealnya, perusahaan mengembangkan inovasi yang seimbang. Yakni, mempertahankan produk untuk segmen pasar yang sudah ada, sembari membuka ruang bagi kebutuhan generasi baru. Dengan begitu, inovasi tidak hanya menjadi alat untuk memenuhi permintaan saat ini, tetapi juga investasi untuk masa depan.

Kata kuncinya, inovasi tidak harus selalu ditujukan untuk generasi muda. Namun, tidak boleh mengabaikan mereka. Di dalam dunia yang terus berubah, generasi muda merupakan motor penggerak tren dan masa depan pasar yang patut diperhitungkan dalam setiap langkah inovasi.

 Dekatkan Diri dengan Pelajar di Jateng-DIY, Telkomsel Hadirkan Program “by.U Always by U’r Side”

Melalui produk digitalnya, by.U, Telkomsel menunjukkan komitmennya dalam mendukung gaya hidup digital generasi muda. Melalui program bertajuk “by.U Always by U’r Side,” perusahaan telekomunikai ini mengambil langkah strategis dalam menjangkau langsung para pelajar sekolah menengah atas di berbagai wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lewat Program tersebut, Telkomsel berupaya memahami dan memenuhi kebutuhan segmen Gen Z. Seperti kita ketahui, segmen generasi tersebut dikenal kritis, dinamis, dan akrab dengan teknologi digital.

GM Mobile Segment GTM Area Jawa-Bali Andrew Mamahit, pada sebuah kesempatan pernah menegaskan bahwa by.U Always by U’r Side bukan sekadar program aktivasi. Namun, merupakan langkah konkret dalam Upaya memperkuat posisi Telkomsel di hati generasi muda.

Karenanya, sejak diluncurkan, program tersebut langsung menyambangi sekolah-sekolah di wilayah Jateng dan DIY. Beberapa sekolah yang pernah didatangi dan dihadirkan program menarik, dengan dikemas dalam berbagai kegiatan yang seru dan interaktif. Seperti, SMK S Al Falah Moga (Pemalang), SMAN 1 Sokaraja (Banyumas), SMAN 2 Demak, dan SMAN 1 Nguter (Sukoharjo). Ini akan berlanjut terus ke beberapa sekolah lainnya. Kehadiran by.U di lingkungan sekolah dikemas dalam berbagai kegiatan yang seru dan interaktif.

“Anak sekolah merupakan pengguna masa depan. Mereka digital native, kritis, dan selalu mencari provider yang bukan hanya cepat, tetapi juga mengerti kebutuhan mereka. by.U hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan, tapi juga sebagai teman digital sehari-hari mereka,” jelas Andrew, beberapa waktu lalu.

Program tersebut tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menciptakan pengalaman bermakna yang mempererat kedekatan by.U dengan pelajar. Dengan pendekatan yang ringan namun relevan, Telkomsel melalui by.U terus mendukung perkembangan konektivitas dan transformasi digital anak muda Indonesia.

Langkah tersebut otomatis memperkuat posisi Telkomsel sebagai brand yang adaptif dan mampu mengikuti pola interaksi digital generasi muda dengan pendekatan emosional yang lebih dekat dan autentik.

Cara pendekatan yang dilakukan telkomsel dalam memperkenalkan produk unggulannya lewat sejumlah even olahraga terbukti ampuh meningkatkan angka pengguna baru.

Seperti diketahui, By.u sendiri merupakan kartu prabayar digital yang fleksibel. Menurut Wildan Adi Nugraha, Corporate Communications Telkomsel Regional Jateng-DIY, By.u hadir sebagai jawaban atas kebutuhan generasi muda akan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses internet.

“Sasaran By.u sebenarnya ada dua segmen. Pertama, anak-anak muda Gen Z pengguna baru handphone serta para orangtua. Untuk menyasar para Gen Z mereka membuat even khusus seperti Piala By.u turnamen futsal hingga turut menyemarakkan ajang Developmental Basketball League atau DBL. Anak-anak muda sering mengikuti even yang diadakan Telkomsel,” jelas Wildan.

Telkomsel juga membuat aplikasi Skul.id platform pembelajaran online yang memudahkan proses belajar-mengajar secara gratis. Gempuran strategi Telkomsel dalam mendekati Gen Z, nyatanya mampu membawa dampak positif pada pertumbuhan angka pengguna baru.

by.U Telkomsel Dominasi Pasar Seluler Digital Gen Z

Sejauh ini, operator digital pertama di Indonesia, by.U, mencatatkan pencapaian bisnis yang signifikan dengan melampaui 10 juta pengguna aktif pada kuartal ketiga 2025. Angka tersebut memperkuat posisi anak usaha Telkomsel tersebut sebagai pemimpin dominan di kategori layanan seluler digital. Ini terbukti sukses menjawab pergeseran perilaku Generasi Z dan Milenial.

Pencapaian tersebut sejalan dengan tren masif di lanskap digital Indonesia. Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, dari 229 juta pengguna internet di Indonesia pada 2025, mayoritas berasal dari kalangan digital-native (Gen Z dan Milenial). Generasi tersebut selalu menuntut layanan yang serba mandiri, praktis, dan fleksibel, tanpa perlu terikat dengan gerai fisik.

Diluncurkan pada Oktober 2019 dengan semangat ‘by youth, for youth’, by.U menawarkan pendekatan yang sepenuhnya digital. Mulai dari pembelian SIM, pemilihan nomor, hingga pengaturan paket kuota yang bisa dikustomisasi penuh melalui aplikasi.

VP Brand & Marketing Communications Telkomsel, Emir G. Surya memaparkan, kesuksesan by.U terletak pada empat pilar utama yang dirancang spesifik untuk pasar anak muda.

“Pilar pertama yakni fleksibilitas penuh dan harga yang terjangkau. Pelanggan bisa bebas membuat paket internet (kuota + topping) sendiri dengan variasi masa aktif, termasuk opsi di bawah 14 hari yang ramah kantong pelajar,” ujar Emir G. Surya, pertengahan Oktober 2025 ini.

Selanjutnya, pilar kedua, yakni transparansi produk. “by.U menawarkan produk yang simpel. Semua syarat jelas di awal, kuota utuh berlaku 24 jam, tanpa biaya tersembunyi, dan SIM card aktif selamanya selama berada di jaringan Telkomsel,” imbuh Emir.

Kemudian, dua pilar lainnya adalah hiburan tanpa batas melalui fitur U-Tainment dan jaminan kualitas jaringan nomor satu yang didukung infrastruktur terluas milik Telkomsel.

Selain inovasi produk, by.U juga menonjol berkat strategi komunikasi yang unik. Alih-alih menggunakan duta merek konvensional, by.U secara konsisten mengadopsi meme culture serta berkolaborasi dengan komunitas lokal dan tim e-sports.

“by.U memahami karakter Gen Z yang suka hal-hal unik, fun, dan penuh kejutan. Karena itu, kami menghadirkan campaign kreatif seperti “Aneh Tapi Nyata,” yang mengangkat fenomena seru di dunia digital,” jelas Emir.

Ke depan, lanjut Emir, by.U diproyeksikan untuk terus berevolusi dari sekadar penyedia layanan data menjadi ekosistem gaya hidup digital yang terintegrasi.

“by.U tidak hanya fokus pada kuota internet, tetapi juga membangun ekosistem digital yang mencakup hiburan, gaming, musik, dan komunitas, agar Gen Z bisa menikmati pengalaman digital yang lebih kaya,” katanya.

Inovasi Telkomsel, Manfaatkan Digital Hub untuk Pemberdayaan Anak Muda dalam Aksi Sosial di Era Digital

Di era digital saat ini, anak muda menjadi kelompok paling aktif menggunakan teknologi, namun belum semuanya mampu memanfaatkan potensi digital untuk kegiatan yang produktif dan berdampak sosial. Banyak dari mereka masih berperan sebagai pengguna pasif.

Sementara berbagai permasalahan sosial di sekitar, seperti literasi digital, lingkungan, dan pendidikan, justru membutuhkan solusi inovatif dari generasi muda.

Melihat kondisi tersebut, Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi dan digital terbesar di Indonesia memiliki peluang besar menjadi penggerak utama dalam memberdayakan anak muda agar lebih berdaya melalui teknologi.

Sebagai bentuk nyata-sebagai contoh- Telkomsel bisa menghadirkan Telkomsel Digital Hub– meminjam istilah untuk menamai sebuah platform. Telkomsel Digital Hub merupakan platform dan program komunitas yang dirancang untuk menghubungkan, menginspirasi, dan mendukung anak muda Indonesia dalam menciptakan solusi sosial berbasis digital.

Melalui platform tersebut, anak muda tidak hanya mendapatkan akses konektivitas, tetapi juga ruang belajar, berjejaring, dan beraksi nyata untuk perubahan sosial.

Program Digital Hub akan terdiri dari tiga pilar utama. Pertama, Belajar. Yakni, penyediaan kursus mini dan webinar seputar literasi digital, storytelling sosial, desain, dan teknologi dasar.

Kedua, Berjejaring. Ini memungkinkan anak muda menemukan komunitas dan kolaborator dengan minat sosial serupa di berbagai daerah.

Ketiga, Beraksi, di mana Telkomsel memberikan dukungan berupa kuota, dana mikro, serta bimbingan mentor bagi tim muda yang ingin menjalankan proyek sosial digital. Seperti kampanye lingkungan, aplikasi edukasi, atau pelatihan digital untuk masyarakat desa.

Melalui inovasi tersebut diharapkan bisa memperkuat peran Telkomsel sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan layanan digital, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang kreatif, peduli, dan berdaya.

Dampak yang diharapkan dari program tersebut Adalah mencakup meningkatnya literasi digital anak muda, terbentuknya komunitas sosial digital yang aktif, serta terciptanya solusi nyata untuk masalah-masalah sosial di berbagai daerah.

Dengan Telkomsel Digital Hub– lagi-lagi meminjam istilah untuk menamai sebuah platform- generasi muda Indonesia bisa menjadi motor perubahan sosial yang positif melalui kekuatan teknologi.

Jumlah Generasi Z Sangat Besar, Perusahaan Perlu Mempertimbangkan Hal Tersebut

Dalam era transformasi digital yang semakin cepat, inovasi produk dan layanan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan perusahaan. Hal tersebut sangat diyakini Pakar dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Ridwan Mahmudi MM., MAB.

Kepada Jogjainsight.com, Dosen Magister Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini menegaskan, memang idealnya inovasi perlu dirancang agar mudah dipahami dan digunakan generasi muda, meskipun mereka bukan target utama.

“Generasi muda merupakan kelompok pengguna yang cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Mereka tumbuh bersama internet, media sosial, dan berbagai platform digital yang menjadikan mereka terbiasa mencoba hal-hal baru. Karena itu, ketika sebuah inovasi mudah dipahami dan diminati oleh Gen Z, penyebarannya ke masyarakat luas juga akan lebih cepat. Generasi ini sering menjadi pengadopsi awal (early adopter) sekaligus penyebar pengaruh (trendsetter) bagi konsumen lain di berbagai usia,” kata Ridwan yang juga dikenal sebagai Pengamat Kebijakan Ekonomi & UMKM tersebut.

Lulusan Doktor dari Universitas Trisakti ini meneruskan, kemudahan adopsi menjadi faktor penting dalam daya saing inovasi. Produk dan layanan yang mampu menarik perhatian generasi muda biasanya memiliki desain yang sederhana, interaktif, dan fleksibel.

Prinsip tersebut tidak hanya membuat inovasi tersebut relevan bagi Gen Z. namun juga meningkatkan kenyamanan bagi segmen pengguna lain. Jika inovasi bisa diterima oleh generasi muda, kemungkinan besar produk tersebut akan lebih mudah diterima masyarakat secara luas.

Diingatkan Founder of PT. Strategy Cita Semesta ini, perusahaan seperti Telkomsel tetap perlu menyesuaikan inovasi dengan konteks dan kebutuhan pasar. Tidak semua produk harus berorientasi pada Gen Z. Namun, penting untuk memastikan inovasi tersebut tidak eksklusif atau sulit diakses oleh mereka.

Contohnya -lanjut Ridwan-berbagai layanan publik dan perbankan kini memperbarui sistem digitalnya agar lebih ramah bagi pengguna muda tanpa mengubah fungsinya bagi masyarakat umum.

Dengan begitu, inovasi dan layanan yang bisa diserap oleh generasi muda bukan hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi strategi cerdas untuk memperluas jangkauan pasar.

Generasi muda adalah jembatan antara inovasi dan masa depan — kelompok yang mampu mempercepat adopsi, membentuk tren, dan membawa inovasi menuju kesuksesan jangka panjang.

“Tidak ada keharusan memang. Jika target marketnya produk bukan di kelompok usia tersebut semisal produk yang dibutuhkan Gen X, Lansia atau Balita, Gen Z tidak relevan untuk dipertimbangkan. Jika target market produk adalah Gen Z, perusahaan harus mendekati behavior dan kebutuhan Gen Z atau jika perusahaan memiliki produk untuk kelompok usia dewasa, perusahaan bisa mengedukasi Gen Z / muda tentang produk, agar kelak ketika dewasa sudah memiliki preferensi produk perusahaan tersebut,” pungkas Ridwan. (Heroe)

by.U by.U Always by U’r Side era digital fleksibel Gen Z generasi muda inovasi inovasi layanan inovasi produk kunci mandiri produk digital serba online Telkomsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts