Rachmad K. Dwi Susilo, MA, Ph.D, Dosen Sosiologi Lingkungan dan SDA pada Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.
Opini

Magelang Nol Sampah? Kontribusi Pemikiran Pada Kota Kelahiran

oleh: Rachmad K. Dwi Susilo, MA, Ph.D* Pembangunan berdimensi manusia (people centered development) yang ditekuni Pemerintah Kota Magelang hari ini menyasar isu-isu pencapaian kesejahteraan manusia dan partisipasi komunitas lokal yang sejati. Maka, paradigma ini tidak berambisi pada orientasi atau pengejaran pertumbuhan ekonomi atau program-program pembangunan fisik. Ia tidak anti-fisik, tetapi strategi difokuskan lebih kepada peningkatan

Penulis saat menyambangi warga Magelang dan berinteraksi menggali informasi soal program yang dicanangkan Pemerintah Kota Magelang.
Opini

Kota Magelang Di Era  “MAJU, SEHAT, DAN BAHAGIA” (Seri Kedua- Tamat)

Evaluasi Setahun Pemerintah Kota Magelang Pencanangan kampung-kampung menjadi sesuatu yang cukup masif. Namun, yang selalu dipertanyakan warga yaitu seperti apa model kampung tersebut? Mereka harus melakukan apa? bagaimana gambaran ke depan kampung “baru” ini? dan, yang paling “krusial” mereka akan mendapat apa?Jelas yang dibutuhkan yaitu cara berfikir yang “berbeda”, berprospek dan rencana keberlanjutan. Tahapan launching

Penulis saat bertandang ke Kampung Tulung.
Opini

Kota Magelang Di Era “MAJU, SEHAT, DAN BAHAGIA” (Seri Pertama – Bersambung)

Evaluasi Setahun Pemerintah Kota Magelang  Sore itu cuaca Kota Magelang sangat cerah. Tidak mendung dan tidak hujan. Tidak panas dan tidak dingin.  Suasana Pendopo “Pengabdian” Kota Magelang agak ramai. Karena kepala OPD sudah datang dan sedang menunggu para ketua Pokmas satu kota.  Sebagian dari mereka bercengkrama. Ada pula yang duduk tenang tanda siap dengan pertemuan