Rachmad K. Dwi Susilo Phd.
Kampus

Cenderung Top Down, Program Makan Bergizi Gratis Butuh Pendekatan Sosio- Kultural

MALANG – Sosiolog dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rachmad K. Dwi Susilo Phd mengatakan, pendekatan dalam MBG (Makan Bergizi Gratis) cenderung top down. Ini terlihat melalui bekerjanya Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pendekatan top down akan benturan dengan spirit desentralisasi. Di sisi lain, kekurangannya adalah tidak memaksimalkan potensi-potensi lokal sebagai sasaran program. “Padahal, demokrasi berbasis

Calon Bupati Sleman Harda Kiswaya,
Seputar Jogjakarta

Harda Kiswaya Usung Program ‘Sleman Pintar’ untuk Kurangi Kemiskinan

SLEMAN – Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito menegaskan, Bupati Sleman mendatang harus mampu mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki daerah tersebut. “Potensi besar di Sleman, termasuk SDM yang melimpah, belum tergarap optimal. Banyak orang pintar di Sleman yang juga perlu diberdayakan,” papar Arie usai diskusi “Berani Ambil Peran untuk Sleman” di Ultra

Sosiolog Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Dr. Mukhijab, MA.
Seputar Jogjakarta

Dr Mukhijab: Politisi Intelek Perlu Mentertawakan Dirinya

YOGYAKARTA – Kasus Ade Armando mencibir mahasiswa Yogyakarta yang mengkritik politik dinasti karena sistem kekuasaan di provinsi ini berbasis dinasti Kesultanan Yogyakarta, merupakan strategi yang bersangkutan menangkis kenyataan bahwa proses pasangan capres dan partai yang didukungnya bukan berbasis politik dinasti. “Anatomi politik Ade Armando itu sebagai strategi mengingkari realitas objektif dalam pasangan capres yang didukungnya

Penulis (kiri) tengah melakukan observasi dan wawancara pada keluarga tidak mampu di Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang.
Opini

Kemiskinan di Kota Kelahiran: Sambang Lapang Keluarga Tidak Mampu (Tulisan Kedua – Bersambung)

Pekerjaan observasi (pengamatan lapang) merupakan rutinitas seorang akademisi atau sosiolog seperti penulis. Metodologi penelitian kualitatif menyatakan bahwa data observasi melengkapi survei yang biasa menggunakan kuesioner.  Tetapi, bagi penulis, observasi kali ini sangat istimewa, karena subjek yang akan diobservasi adalah saudara penulis atau kerabat penulis satu kota. Tentunya, saudara saya yang bisa dikategorikan kurang mampu. Pastilah

Sosiolog Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Dr. Mukhijab, MA.
Kampus

Dr. Mukhijab MA: Siswa Kejuruan Lebih Memiliki Kebebasan Berekspresi

YOGYAKARTA – Beberapa referensi hasil riset menunjukkan, perilaku siswa SMK cenderung bermasalah, yang bentuknya merugikan orang lain secara fisik maupun verbal. Perilaku mereka dikategorikan agresif dalam berbagai skala dari tinggi sampai rendah. Kategorisasi tersebut memang merugikan siswa kejuruan, karena komunitas mereka yang terlibat kekerasan jumlahnya tidak mewakili ribuan siswa kejuruan. “Siswa SMA maupun SMK sebenarnya

Sosiolog Puji Qomariyaj, S.Sos, M.Si.
Kampus

Sosiolog Puji Qomariyah: Aksi Klithih Adalah Bentuk Kekalahan Masyarakat Terhadap Kapitalisme

YOGYAKARTA – Aksi kekerasan sejumlah anak muda yang dikenal sebagai geng atau kelompok klithih di Yogyakarta sebagai efek keterbatasan ruang publik yang gratis, yang bisa mereka akses dan dijadikan ruang berekspresi secara bebas dan gratis. “Aksi klithih oleh mereka adalah bentuk kekalahan masyarakat terhadap kapitalisme. Mengapa? Karena hampir seluruh ruang publik menjadi area privat, warga

Rachmad K. Dwi Susilo, MA. Ph.D, Sosiolog yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Opini

Pemberdayaan adalah Perubahan Sosial

Penulis dibesarkan di alam Orde Baru (Orba) yang mengampanyekan pembangunan sebagai strategi politik negara untuk mendesain perubahan yang direncanakan. Pembangunan fasilitas publik dan pengejaran investasi diarahkan demi mengejar pertumbuhan ekonomi. Memang garis komando Orba patut kita acungi jempol. Salah satu kelebihan yakni eksekusi dan target program cepat dan bisa diprediksi. Bahkan jika tidak berjalan, pengelola