Dosen Fakultas Psikologi UP45 Yogyakarta Sapta kurniawati SPsi MPsi
Opini

Pendidikan Inklusif Menuju Layanan tanpa Diskriminatif

Oleh: Sapta kurniawati S.Psi.M.Psi*   Pendidikan inklusif adalah pembelajaran yang dilakukan siswa regular bersama dengan anak berkebutuhan khusus dan mereka belajar dalam satu kelas. Pendidikan pola tersebut sudah diatur dalam Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, pasal 2, disebutkan bahwa pemerintah mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik. Dalam mengaplikasikan

Penulis menekuni Kajian Sosiologi Pembangunan dan Lingkungan yang berorientasi Terapan dan Praksis.
Opini

Memupus Mitos Kota Pensiunan: Kontribusi Pemikiran untuk Kota Kelahiran

oleh: Rachmad K. Dwi Susilo, MA, Ph.D*   Kegiatan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Kota Magelang, Senin, 17 Juli 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang diawali dengan permainan (game) inspiratif sebelum pemaparan wali kota, wakil walikota, dan penulis. Setelah

Rachmad K. Dwi Susilo, MA, Ph.D, Dosen Sosiologi Lingkungan dan SDA pada Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.
Opini

Magelang Nol Sampah? Kontribusi Pemikiran Pada Kota Kelahiran

oleh: Rachmad K. Dwi Susilo, MA, Ph.D* Pembangunan berdimensi manusia (people centered development) yang ditekuni Pemerintah Kota Magelang hari ini menyasar isu-isu pencapaian kesejahteraan manusia dan partisipasi komunitas lokal yang sejati. Maka, paradigma ini tidak berambisi pada orientasi atau pengejaran pertumbuhan ekonomi atau program-program pembangunan fisik. Ia tidak anti-fisik, tetapi strategi difokuskan lebih kepada peningkatan

Dra. Khusnul Daroyah, Guru Matematika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Yogyakarta.
Opini

Spaced Repetition Meningkatkan Pemahaman Pelajaran Matematika

Oleh: Dra. Khusnul Daroyah* Spaced repetition (SR) merupakan sebuah teknik mengingat sesuatu secara berulang-ulang dengan memberikan jeda yang berubah-ubah pada setiap pengulangan. Metode ini tidak hanya diterapkan dalam pelajaran ilmu sosial, pelajaran ilmu eksakta bisa menggunakannya juga. Seperti diterapkan dalam penelitian tindakan kelas untuk pemamahaman konsep turunan fungsi aljabar kepada 32 siswa kelas XI IPS

Penulis (kiri) tengah melakukan observasi dan wawancara pada keluarga tidak mampu di Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang.
Opini

Kemiskinan di Kota Kelahiran: Sambang Lapang Keluarga Tidak Mampu (Tulisan Kedua – Bersambung)

Pekerjaan observasi (pengamatan lapang) merupakan rutinitas seorang akademisi atau sosiolog seperti penulis. Metodologi penelitian kualitatif menyatakan bahwa data observasi melengkapi survei yang biasa menggunakan kuesioner.  Tetapi, bagi penulis, observasi kali ini sangat istimewa, karena subjek yang akan diobservasi adalah saudara penulis atau kerabat penulis satu kota. Tentunya, saudara saya yang bisa dikategorikan kurang mampu. Pastilah

Penulis tengah menjadi moderator pada FGD para perangkat kecamatan dan desa.
Opini

Kemiskinan di Kota Kelahiran: Perjalanan Seorang Akademisi (Tulisan Pertama -Bersambung)

SIANG terik Kota Magelang menemani penulis untuk berdiskusi dengan Pak Camat, bapak dan Ibu Lurah tentang program pengentasan kemiskinan. Rencana ini sudah penulis buat sejak di Kota Malang atau dua hari sebelum penulis sampai di Kota Kelahiran. Pak Camat memastikan bahwa diskusi ini benar-benar terselenggara. Maka, berlokasi di Kantor Kecamatan Magelang Selatan yang rapi, bersih,

Penulis bersama Pak Lurah, Pak RT, dan warga Kampung Majapa.
Opini

Spiral Kemiskinan Kampung Majapa: Perspektif Negara

Hari itu penulis berniat halal bi halal dengan Pak Lurah Magersari. Maka, tanpa rencana jelas, penulis langsung ke kantor kelurahan, mengingat Hari Rabu, tanggal 26 April 2023, kantor pemerintah sudah buka setelah liburan Hari Raya Iedul Fitri. Syukurlah pak Lurah sudah ngantor dan setelah menyapa dan berbicara seperlunya, penulis utarakan penasaran dengan rencana perbaikan kampung

Penulis saat meninjau Kolam Ikan dan kolam pancing di Kelompok Tani Gunung Harta.
Opini

Kerelawanan Sosial: Belajar dari Kota Batu Jawa Timur untuk Kota Magelang (Tulisan Kedua-Tamat)

Wisata komunitas dipilih dengan mementingkan bentuk wisata ekologis. Kita melihat pertanian organik, keberadaan sapi dengan segala potensi dan air di kolam. Kesemuanya rantai ekologis yang disemai untuk kelestarian alam.  Tiga destinasi yang sedang dikembangkan oleh wisata ini yaitu: Edukasi Stroberi dan Apel Sistem tanam stroberi dilakukan melalui model pertanian organik, sehingga selain ramah lingkungan ia

Penulis saat membimbing Kuliah Lapang Sosiologi Pariwisata di Batu Edu Park di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Malang.
Opini

Kerelawanan Sosial: Belajar dari Kota Batu Jawa Timur untuk Kota Magelang (Tulisan Pertama-Bersambung)

Pengalaman berharga penulis memandu Kuliah Lapang di Batu Edu Park di Desa Tulungrejo, Kota Batu, pada tanggal 27 November 2022 menjadi pendorong atau alasan penulis tertarik mengangkat topik ini. Pemandangan alam yang indah di kota ini dan pelajaran penting dari terbentuknya destinasi wisata berbasis komunitas yang menjadikan kekuatan kerelawanan sebagai motor atau penggerak sebagai daya

Penulis saat menyambangi warga Magelang dan berinteraksi menggali informasi soal program yang dicanangkan Pemerintah Kota Magelang.
Opini

Kota Magelang Di Era  “MAJU, SEHAT, DAN BAHAGIA” (Seri Kedua- Tamat)

Evaluasi Setahun Pemerintah Kota Magelang Pencanangan kampung-kampung menjadi sesuatu yang cukup masif. Namun, yang selalu dipertanyakan warga yaitu seperti apa model kampung tersebut? Mereka harus melakukan apa? bagaimana gambaran ke depan kampung “baru” ini? dan, yang paling “krusial” mereka akan mendapat apa?Jelas yang dibutuhkan yaitu cara berfikir yang “berbeda”, berprospek dan rencana keberlanjutan. Tahapan launching